Minggu, 30 Oktober 2011

perbandingan pendidikan



PENDAHULUAN
       Menurut pengertian dasarnya studi perbandingan pendidikan mempunyai arti menganalisa dua hal atau lebih untuk mencari kesamaan–kesamaan dan perbedaan–perbedaannya. Sehingga dengan demikian akan dapat memberikan pengertian dan pemahaman terhadap berbagai macam system pendidikan yang ada di berbagai negara dan kawasan dunia.
      Selain dari beberapa hal tersebut dengan studi perbandingan pendidikan yang ada akan mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya kemampuan untuk membandingkan berbagai pendidikan dari berbagai negara dan kawasan dunia tersebut. kemudian selain yang tersebut dengan studi perbandingan ini pula, seseorang akan lebih mudah untuk menganalisa dan menyimpulkan sumber – sumber kekuatan dan kelemahan dari system pendidikan yang berorientasi pada tujuan – tujuan pendidikan internasional dan universal.
      Dalam memajukan pendidikan, suatu negara perlu membandingkannya dengan pendidikan di negara lain, dengan tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya, kelebihan dan kekurangannya, lalu mengambil unsur positifnya sekaligus menyesuaikan dengan kondisi lokal.
Dorongan rasa ingin tahu manusia yang kuat, telah mendorong seseorang untuk mengetahui dan mempelajari lebih jauh tentang keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya atau negaranya sendiri. Dan dengan mengetahui keadaan kehidupan yang berlaku di luar lingkungan masyarakatnya sendiri dan dapat mengetahui kehidupan masyarakat lainnya itu akan mengakibatkan terjadinya saling pengertian dan terjadinya kerja sama dan saling tolong menolong untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Untuk mengetahui keberadaan di luar masyarakatnya atau bangsa lainnya diperlukan apa yang sekarang dikenal dengan istilah studi komparative atau studi perbandingan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Jenis-jenis Metodologi Perbandingan Pendidikan

Dalam struktur susunan ilmu, pendidikan termasuk kedalam lingkungan ilmu pendidikan. Maka telah sewajarnyalah bila difikirkan seberapa jauh metodologi-metodologi yang telah lazim diterapkan dalam bidang ilmu pendidikan itu dapat diterapkan dalam pendidikan perbandingan.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dalam bidang metodologi penelitian, jenis-jenis metode yang sering digunakan dalam bidang pendidikan ada bermacam-macam. Diantaranya, metodologi-metodologi tersebut ada empat jenis, yaitu:
1.      Eksperimental
2.      Ex post facto
3.      Deskriptif dan
4.      Historis

Ciri-ciri singkat dari masing-masing jenis itu sebagai berrikut:
No
jenis
Ciri-ciri
1
Eksperimental
Suatu penyelidikan dimana peneliti dapat memanipulasi dann mengontrol satu atau lebih variabel bebas, dan mengamati variabel tergantung atau variabel yang menyertai manipulasi variabel-variabel bebas.
Tujuan utama metodologi eksperimental untuk menentukan apa yang dapat terjadi
2
Ex post facto
Hampir sama dengan metodologi eksperimental kecuali peneliti tidak dapat langsung memanipulasi variabel-variabel yang bebas.
3
deskriptif
Mendeskripsikan dan menafsirkan apa yang ada. Mempelajari tentang kondisi-kondisi atau hubungan yang ada; praktek-praktek yang berlaku, kepercayaan, pandangan-pandangan, atau sikap dan tingkah laku kependidikan tertentu; proses-proses pendidikan yang berlangsung, atau aliran-aliran pendidikan, dan lain sebagainya.
Tujuan utama metodologi deskriptif adalah menerangkan apa adanya.
4
historis
Penelitian tentang peristiwa-perristiwa pendidikan yang telah lampau. Ruang lingkup yang dapat dipelajari dengan metodologi ini cukup bervariasi.

Ada beberapa jenis metodologi deskriptif, yaitu: a) studi kassus, b) survei, c) studi perkembangan, d) studi tindak lanjut, e) analisa dokumen, f) studi tentang aliran, g) studi korelasi.
Selain metodologi-metodologi tersebut, dapat ditambahkan juga metodologi filosofis. Metodologi ini digunakan untuk mengungkapkan konsep-konsep dalam pendidikan.
Dalam pendidikan cukup banyak istilah yang digunakan yang berwujud sebagai konsep. Misalnya istilah-istilah anak, orang tua, dewasa, dan lain sebagainya. Oleh karena dalam bidang pendidikan selalu dikenal dengan adanya teori, dan ini mempunyai peranan sebagai landasan konseptual dalam pendidikan.
Pendidikan perbandingan mengenal studi dengan pendekatan waktu dan ruang. Bila waktu yang dimaksud adalah meliputi masa sekarang, metodologi yang digunakan dapat dipilih dari beberapa kemungkinan. Terutama ialah deskriptif atau eksperimental.
Bila waktu yang dimaksud adalah masa lampau, maka metodologi yang dapat dipakai adalah historis. Berarti dapat dikembangkan studi dengan meengadakan perbandingan tentang peristiwa-peristiwa yang telah lampau.Pendekatan ruang terutama sekali memperlihatkan pendidikan dewasa ini atau dapat juga sekarang. Bila yang diteliti menggunakan pendekatan ini, maka metodologi-metodologi yang digunakan adalah selain historis dan filosofis.
Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, bila ada upaya untuk memperbandingkan peristiwa-peristiwa pendidikan yang telah lampau, metodologi yang digunakan adalah historis. Berikut ini adalah deskripsi singkat tentang metodologi tersebut beserta sedikit contoh sebagai penjelasan.
Metodologi historis dalam pendidikan, adalah suatu wahana sistematis serta objektif, menilai, dan menasirkan bukti-bukti tentang kejadian-kejadian pendidikan masa lampau. Berdasarkan bukti-bukti itu, peneliti berusaha menampilkan peristiwa-peristiwa pendidikan yang sudah lampau hinggga dapat dimengerti pada masa sekarang. Dengan demikian peneliti berusaha untuk menampilkan tipe ideal pendidikan pada masa silam agar dibaca pada masa sekarang.

B.     Jenis-jenis dan Kualitas Sumber Dalam Penelitian

Peneliti menggunakan sumber-sumber tertulis atau benda-benda peninggalan sejarah sebagai dasar untuk menentukan dan mengambil data. Untuk itu diperlukan kecakapan yang baik.
Metodologi historis memiliki hubungan erat dengan metode analisa dokumen, suatu jenis dari metodologi deskriptif. Hubungan ini tampak dari; keduanya menggunakan sumber-sumber tertulis sebagai dasar pengambilan fakta, yang kadang-kadang memang berwujud dokumen. Misalnya, naskah yang disebut sebagai Deklarasi Bangkok,  adalah dokumen dalam arti sesungguhnya tentang persetujuan bersama negara-negara Asia tenggara.
Teknik-teknik tertentu perlu diterapkan agar dapat diketahui bisa dan tidaknya suatu suumber itu mempunyai kelayakan untuk digunakan dalam penelitian. Pertama-tama, adalah untuk menentukan jenis sumber, dan kedua kualitas sumber. Jenis sumber biasanya ditentukan dengan sumber langsung dan tidak langsung. Sumber-sumber langsung biasa disebut dengan sumber pertama, dan sumber tidak langsung biasa disebut dengan sumber kedua, ketiga dan seterusnya.
Disebut sebagai sumber pertama atau langsung, karena isi bahan-bahan sama dengan peristiwa yang seungguhnya terjadi. Yang memenuhi keriteria ini, misalnya tentang deklarasi bangkok (8 Agustus 1967). Contoh yang lain, ialah teks asli mengenai pidato kenegaraan RI dimuka DPR menjelang HUT RI yang berlangsung pada setiap tahun.
Jenis lain yaitu sumber kedua, adalah sumber yang materinya menggunakan sumber pertama. Bila deklarasi Bangkok atau pidato presiden itu dijadikan berita dimedia massa, dan wartawan penyusunya hanya mengutip bagian-bagian yang penting saja disebut sumber kedua, dan hal ini seperti apada sumber ketiga dan seterusnya.
Dalam penelitian historis, seyogyanya lebih banyak digunakan sumber pertama atau kedua dibandingkan menggunakan sumber yang lain. Dasar pertimbangannya adalah sumber pertama masih dalam bentuknya yang asli, sedangkan perubahan dari aslinya itu untuk sumber kedua belum begitu jauh.
Selain penentuan jeis sumber, metodologi hisstoris juga berusaha untuk menentukan kualitas sumber dengan menerapkan dua macam teknin peninjauan yang disebut kritik ekstern dan kritik intern. Kritik ekstern merupakan upaya untuk menentukan kelayakan sumber dengan memperhatikan ada tidaknya penulis, pengarang, penerbit, dan lain-lain yang sejenisnya. Misalnya, bila deklarasi bangkok yang telah disebut diatas tertera sebagai terbitan dari sekretariat ASEAN di Jakarta, akan dipandang cukup layak, bila dibandingkan dengan deklarasi yang sama namun sebagian opini sebuah surat kabar.
Kritik intern melihat siapa penulisnya atau pengarangya dari suatu sumber tertulis. Kalau wartawan yang mengulas tentang deklarasi bangkok adalah wartawan yang berada dibidang wawasan dan kerja sama internasional, dan meliputi anggota-anggota negara ASEAN, kualitas ulasan itu dapat dpandang lebih tinggi dibandingkan dengan yang disiapkan oleh wartawan yang bidangnya berbeda.    
Secara singkat, dapat dikatakan bila sumber itu langsuung atau pertama dan dikeluarkan atau terbit dengan tahun yang jelas, serta penulis atau penyusunya memang kompeten dalam bidangnya, sumber itu memadai untuk dijadikan landasan penelitian.inilah yang menyebabkan metodologi historis itu sangat berhubungan dengan metodologi analisa dokumentasi.
C.     Penerapan dalam Pendidikan Perbandingan: Metode Historis

Pendidikan perbandingan berkepentinagn terhadap metode historis. Sebagaimana tersirat dalam sebuah definisi pendidikan perbandingan menurut I.L Kandel, suatu komparasi tentang pendidikan yang telah lampau- berarti sejarah pendidikan akan menjadi komparasi dari latar belakang pendidikan sekarang.
Perbandingan perkembangan jenis-jenis pendidikan beberapa negara anggota ASEAN pada zaman kolonial selain mempunyai kesamaan-kesamaan, juga menunjukan kedudukanya sebagailatar belakang pendidikan sekarang. Secara singkat hal ini digambarkan sebagai berikut:
Malaysia, yang pada zaman itu disebut Starits Settlement atau Tanah Melayu:

Tentang sekolah dasar

Menjelang perang Dunia II pemerintah Inggris menetapkan kebijaksanaan tentang bebas (tanpa dipungut bayaran) untuk bangsa Melayu, kusus bagi sekolah dasar. Pada umumnya bangsa melayu yang berada di pedesaan hanya berpendidikan sekolah dasar ini.
Pada waktu itu ada juuga sekolah dassar yang berbahasa Inggris. Sekolah jenis ini, menerima siswa dari seluruh jenis suku bangsa. Selain sekolah dasar yang berbahsa Melayu, Inggris, ada pula sekolah-sekolah dasar yang berbahasa cina, berbahasa tamil, bagi siswa-siswa keturunan cina, dan jeis terakhir adalah jenis sekolah untuk keturunan India. Sekolah-sekolah jenis terakhir ini diselenggarakan oleh organisasi swasta.

Singapura,

Tentang adanya sekolah dasar di Singapura initelah menjadi progrm yang telah dikembangkan oleh pemerintah Inggris. Sampai dengan akhir abad XIX sekolah dasar juga menjadi wahana pemisahan penduduk dengan sukunya yang berbeda-beda. Jadi, ada sekolah dasar khusus Melayu, Tamil, Cina dan Inggris. Dengan melewati pendidikan ini, tiap suku/bangsa menjadi terisolasikan menurut kelompok sukunya masing-masing. Pendidikan dasar dinikmati oleh semuanya.
Di Indonesia, pada zaman penjajahan, selain pendidikan itu berlangsung melewati jalur informasi sepert dalam keluarga, juga terdapat dua jalur yang lain. Pertama pendidikan Islam, yang berlangsung dalam lembaga-lembaga yang berbentuk langgar dan pesantren. Kedua, yang lembaganya dikenal sebagai sekolah, yang dibawa oleh bansa Belanda.
Kalau pada pendidikan Islam itu, kelas-kelas (grades) bukan merupakan struktur utama, pada sistem yang diintroduksikan oleh bangsa Barat ini, merupakan komponen utama dalam struktur maupun pendidikan. Dengan demikian pendidikan dengan jalur langgar, serta pesan tren dan jalur persekoahan merupakan jalur-jalur utama yang berbeda satu sama lain yang terdapat pada zaman penjajahan itu.
Sekolah-sekolah yang bercorak agama Kristen dan Katolik mulai ada sejak kedatangan bangsa Belanda. Berarti struktur yang dimiliki sekolah-sekolah ini mirip dengan yang diintroduksikan oleh pemerintah Belanda.
Kalau di Malaysia dan Singapura, sekolah dasar digunakan oleh pemerintah Inggris sebagai lembaga pendidikan yang mengisolasikan suku-suku yang ada disana, di Indonesia ada juga kemiripannya. Pengisolasian itu terutama mengenai pemisahan status sosial ekonomi para siswa dan orangtuanya.
Pada zaman penjajahan itu, di Indonesia ada sekolah kelas satu, yang kemudian menjadi HIS (Hollandsch Iandische School). Sekoalh ini khusus diperuntukan anak-anak yang berasal dari keluarga yang berkedudukan tinggi dimasyarakat, dapat dikarenakan oleh jabatan atau keturunan. Untuk anak-anak yang berasaa dari lingkungan kebanyakan, terutama yang tinggal dari daerah pedesaan, ada sekolah desa (Volkschool), dan dilanjutkan dengan sekolah sambungan (Vervolgschool). Sekolah sambungan ini biasa disebut dengan sekolah kelas dua.
Sekoalh kelas satu dan HIS menggunakan bahasa Belanda, sedangkan sekolah desa dan sekolah sambungan, menggunakan bahasa daerah dan bahasa Melayu. Disamping sekolah-sekolah teresebut, ada sekolah-sekolah lain seperti sekolah Schakel school, yang seolah-olah merupakan jembatan antara sekoalah kelas dua dan kelas satu, dan HCS (Hollandsch Chinese School), serta ELS (Europeesch Lagere School). Sekolah-sekolah ini bercorak Belanda, yang pertama lebih dikhususkan untuk keturunan China, dan yang kedua untuk anak-anak dari keluarga Belanda.
Sejarah tentang sekolah dasar yang cukup mengesankan juga dimiliki oleh Filipina. Sekolah dasar melembaga semenjak berkauasanya Seapanyaol di Filipina. Malahan sejak tahun 1963 teelah ada kewajiban untukk menempuh pendidikan dasar bagi setiap anak. Selain sekolah-sekolah dasar itu dikelola oleh pemerinttah, banyak pual yang dikeola oleh gereja Katolik.
Undang-undang tentang wajib belajar yng dikeluarkan tahun 1963 ini menetapkan adanya dua sekolah, yaitu satu untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan secara minimal, bagi setiap 5000 orang penduduk. Tidak ada pembedaan sekolah dan sistem pendidikannya dengan alasan latarr belakang sosial eekonomi.
Bahasa pengantar di sekolah-sekolah dasar adalah bahasa Sepanyol. Bahasa ini dikuasai olehguru-guru, baik yang berasal dari kalangan agama maupun guru-guruu biasa.
Sistem persekolahan ini menglami berbagai kekurang stabilan karena revolusi Filipina terhadap Sepanyol, dan perang Filipina Amerika. Pada tahun 1901 komisi Amerika Serikat di Filipina menerbitkan Undang-undang yang menegaskan kembali wajib belajar taraf sekolah dasar. Sejak tahun inilah mulai dikembangkan sistem pendidikan dasar yang mengikuti pola sebagaimana pola di Amerika serikat. Penggunaan bahasa Sepanyol disekolah dasar digantikan dengan bahsa inggris.
Dari apa yang telah dipaparkan diatas, dapat diringkas secara komparatif sebagai berikut:

Negara
Lembaga
Masalah
Malaysia
Elementary School
Karena jenis pendidikan ini dibeda-bedakan atas dasar setiap suku, maka setiap kelompok suku menjadi ter-isolasi. Juga antara desa dan kota
Singapura
Elementary School
Seperti halnya di Malaysia, hingga ada sekolah-sekolah dasar dengan bahasa pengantar bahas Inggris, Melayu, Tamil dan China.
Indonesia
Sekolah-sekolah rendah-sekolah sambungan- HIS, ELS, HCS, sekolah Schakel
Beberapa jenis sekolah berbeda dalam artian kulitas dan kuantitas. Mencerminkan kebijaksanaan membeda-bedakan kesempatan belajar atas dasar status oarang tua dalam masyarakat.
Filipina
Elementary School (pada masa pemerintahan AS selama 6 tahun)
Baik pada masa penjajahan Sepanyol maupun dalam pemerintahan AS sistem persekolahan ini nengikuti Spanyol dan AS


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli, dalam bidang metodologi penelitian, jenis-jenis metode yang sering digunakan dalam bidang pendidikan ada bermacam-macam. Diantaranya, metodologi-metodologi tersebut ada empat jenis, yaitu:Eksperimental, Ex post facto, Deskriptif dan Historis.
Peneliti menggunakan sumber-sumber tertulis atau benda-benda peninggalan sejarah sebagai dasar untuk menentukan dan mengambil data. Jenis sumber biasanya ditentukan dengan sumber langsung dan tidak langsung. Sumber-sumber langsung biasa disebut dengan sumber pertama, dan sumber tidak langsung biasa disebut dengan sumber kedua, ketiga dan seterusnya.
Pendidikan dasar di negara-negara tersebut hampir sama dalam arti lama belajar. Lain daripada itu, dengan mengamati beberapa masalah pada tiap negara setelah mencapai kemerdekaannya, masing-masing berusaha untuk mengembangkan sistem pendidikan dasar (Nasional) sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional sebagai keseluruhan.


DAFTAR PUSTAKA

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/11/perbandingan-sistem-pendidikan-di-indonesia-dan-meksiko/
http://muhamadiqbal.blogspot.com/2010/04/makna-dari-term-perbandingan-dalam 15. html
Imam Barnadib, Pendidikan Perbandingan, (Yogyakarta: Andi Offset, 1991)








0 komentar:

Poskan Komentar