Selasa, 22 Februari 2011

KOMPETENSI PAEDAGOGIK DOSEN



A.    pendahuluan
Dalam dunia pendidikan, kita mengenal sebutan “Dosen” atau “Guru”. Sebenarnya substansi dari keduanya tidak lah berbeda karena profesinya sama-sama mengajar. Hanya saja hanya saja tempat mengajar yang membedakannya. Disebut “dosen” apabila dia mengajar di perguruan tinggi, dan disebut “guru”  apabila dia mengajar pada jenjang Sekolah Memengah kebawah.
Dosen dan guru merupakan Agen of Change atau agen perubahan bagi para mahasiswa ataupun siswa. Peran dosen dan guru tidak bias digantikan oleh apapun. Bagaimanapun canggihnya computer, tetap saja bodoh dibandingkan dengan guru, karena computer tidak bias diteladani, bahkan menyesatkan jika penggunannya tidak ada control. Fungsi control ini pulalah yang memposisikan figur guru dan dosen tetap penting.
Pentingnya guru dan dosen bergantung pada mereka sendiri. Sedikitnya ada tiga hal yang menjadikan mereka itu penting[1]:
1.      kreatif
2.      professional
3.      menyenangkan

Selain itu sedikitnya ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang dosen yakni:
1.      kompetensi keilmuan
2.      kompetensi substansi profesi
3.      kompetensi akademik


B.     Fenomena
Saat sekarang ini masih ada dosen yang kurang profesioanal dalam melakukan tugasnya mulai dari kurang disiplin, kurang menguasai materi, dan ada kalanya dosen acuh tak acuh dalam mengajar. Walaupun ada juga dosen yang memang professional.
Mungkin bagi para mahasiswa tidak masalah dengan dosen yang memang berkompeten dibidangnya. Akan tetapi, akan tetapi mahasiswa mungkin merasa rugi terhadap dosen yang kurang berkompeten dalam mengajar. Hal ini akan mengakibatkan kerancuan terhadap ilmu yang disampaikan. Karena bias saja seorang dosen yang kurang mampu atau kurang berkompeten akan menyampaikan mata kuliah dengan tidak jelas dan serba bertele-tele sehingga hal ini berakibat pada mahasiswa yang menjadi kebingungan
C.     Pembahasan
Kompetensi paedagogik merupakan suatu syarat wajib yang harus dimiliki oleh seorang dosen. Karena jika tidak, maka proses pembelajaran tidak akan pernah bias mencapai target secara sempurna. Proses pembelajaran akan berhasil jika dosen atau pengajar telah benar-benar memiliki kompetensi yang mencukupi untuk mengajar.
Oleh karenanya untuk meningkatkan kompetensi- kompetensi tersebut, maka merasa perlu diadakan pelatihan-pelatihan bagi para pengajar khususnya pemula.





0 komentar:

Poskan Komentar