Rabu, 06 April 2011

hakikat fitrah


BAB I
PENDAHULUAN
Allah swt. sebagai  sang khalik telah menciptakan manusia sebagai suatu makhluk yang istimewa disisi_Nya. Manusia sebagai suatu makhluk yang memiliki berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lainnya, baik itu kelebihan dari segi jasmani (jasad) maupun dari segi rohaninya.
Bahkan tidak hanya sampai disitu kelebihan manusia terhadap makhluiu yang lainnya. Karena manusia juga memiliki fitrah yang merupakan kelebihan lain dari manusia itu. Fitrah disini dalam arti “potensi” atau kemampuan melakukan sesuatu dan kemampuan itu tidak dimiliki oleh makhluk yang lain.
Oleh karenanya dalam Al-Qur’an Allah menyatakan:

Artinya: sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Fitrah atau potensi manusia secara garis besar ada empat bagian pokok yaitu: bentuk yang sempurna, akal, nafsu, dan hati. Masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda dan saling bersinergi.
Akan tetapi apabila manusia tidak bisa memenej fitrah yang ada, manusia akan mudah tergoda oleh syaitan dan hal ini akan mengakibatkan manusia menjadi makhluk yang paling hina di dunia ini.
Oleh karenanya manusia harus bisa memenej fitrah (potensi) yang ada kearah hal-hal yang bersifat positif agar manusia senantiasa menjadi makhluk yang mulia disisi Allah swt. dan dengan begitu, manusia bisa menjalankan amanah yang telah dibebankan kepadanya dengan sebaik mungkin dan seoptimal mungkin yaitu menjalankan misi sebagai Khalifah fil Ardl. sesuai dengan apa yang telah difirankan dalam kitab_Nya:

30.  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.".
Untuk memenej fitrah (potensi) yang ada dan untuk mendayagunakannya secara optimal, maka dirasa sangat perlu untuk mengetahui hakikat dari fitrah itu sendiri.














BAB II
PEMBAHASAN
Untuk mengenal dan mengetahui esensi/ hakikat dari fitrah manusia maka sangat perlu untuk mengetahui mengenai substansi fitrah itu sendiri mulai dari makna fitrah, macam-macam fitrah, dan juga mengetahui hubungan antara fitrah dengan pendidikan.

  1. Makna Fitrah
Secara etimologi fitrah berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti perangai, tabiat, kejadian asli.[4]
Dari pernyataan tersebut, bahwasannya fitrah merupakan karakter/ sifat tertentu yang telah dimiliki oleh manusia sejak dalam kandungan ibunya. Dengan kata lain, sesungguhnya telah memiliki potensi jauh sebelum ia diahirkan. Dimana penciptaan potensi tidak diciptakan pada waktu masa kanak-kanak, hanya saja pada masa ini merupakan masa pengenalan potensi atau masa penggalian potensi dari dalam individu dan setelah itu potensi selanjutnya akan diarahkan dan dikembangkan sessuai dengan potensinya.
Setelah diketahui arti etimologis  fitrah, maka dapat dibuat uraian definisi mengenai makna fitrah secara terminologi yaitu sifat dasar/ karakter manusia yang telah ditanamkan dalam diri manusia sejak berada dalam kandungan oleh Allah untuk menghadapi kehidupan dan sebagai sarana untuk mengenal_Nya.
Selain dari definisi ftrah yang telah diuraikan oleh penulis, ada juga definisi yang dibuat oleh para ahli antara lain pendapat Muhammad Hasan Hamsyi yang dikutip oleh Ramayulis didalam bukunya  yaitu:
“Muhammad Hasan Hamsyi menafsirkan fitrah pada ayat 172 Q.S Al-A’raf dengan ciptaan Allah, yaitu bahwa manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid”.[5]

Kutipan ini menyatakan bahwa fitrah itu memiliki makna ciptaan yang mengandung arti bahwasannya manusia itu adalah makhluk ciptaan Allah, sehingga mereka dibekali naluri beragama yaitu agama tauhid (Islam).
Sehubungan dengan hal ini nabi juga mengatakan dalam sabdanya bahwa fitrah adalah agama islam itu sendiri. Beliau bersabda yang artinya:
Tidak ada seorang anakpun yang dilahirkan, kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (beragama Islam) maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi. (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

  1. Macam- macam Fitrah
Setelah mengupas sedikit tentang makna fitrah, pada sub-bab ini akan diuraikan tentang macam-macam fitrah itu sendiri.
Sebelum melangkah lebih jauh, penulis berasumsi bahwa fitrah (potensi) yang diberikan oleh Allah kepada manusia ditempatkan pada tempat yang berbeda yaitu: Otak sebagai tempat dari fitrah (potensi) akal-intelektualitas manusia, hati sebagai tempat ftrah (potensi) intuisi(perasaan, hasrat/ nafsu) manusia, dan Allah menempatkan fitrah (potensi) keterampilan atau skill pada raga manusia yang digerakkan oleh syaraf motorik dan dibantu syraf sensorik. Nah dari sinilah nantinya akan muncul berbagai potensi yang ada dan yang begitu beragam.
1.      Potensi/fitrah akal
Akal merupakan potensi yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Akal inilah yang menjadikan manusia sebagai makhluk paling tinggi derajatnya disisi Allah disbanding dengan makhluk yang lain.
Dengan akal ini pula manusia mampu bersikap atau beradaptasi dengan beragam keadaan alam yang ada di bumi ini sehingga manusia mampu bertahan hidup. Sealain itu sebab akal ini lah dalam diri manusia timbul rasa keingintahuan sehingga manusia mampu menemuka berbagai iniovasi-inovasi baru dalam segala bidang dengan tujuan untuk mempermudah menjalani kehidupan.
Dengan akal ini juga manusia diperintahkan untuk senantiasa berpikir terhadap apa yang telah diciptakan oleh Allah swt. dengan tujuan akhir supaya manusia beriman kepada Allah. Hal ini difirmankan oleh Allah dalam kitab_Nya :
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ

Artinya:  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(Q.S. 03:190)

2.      Potensi intuisi (perasaan, hasrat/nafsu)
a.       fitrah social
Artinya: dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.(Q.S.05:02)

b.      fitrah beragama

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).(Q.S.07:172)
c.       fitrah seksual

Artinya:  Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.(Q.S. 30:21)


d.      fitrah memenuhi kebutuhan ekonomi

Artinya:  Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.(Q.S.62:10)


e.       fitrah keindahan

Artinya:  Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.(Q.S.07:31)

f.       fitrah keadilan

Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  1. Hubungan fitrah dengan pendidikan
Manusia dilahirkan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan pengaruh alam sekitarnya. Sebagaimana Allah telah memberikan akal kepada manusia, sebagaimana dengan akal itu manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka pendidikan berperan mengarahkan akal kepada jalan yang baik dan benar.
Oleh karenanya hubunga antara fitrah (potensi) sangatlah erat. Dimana fitrah itu merupakan pola dasar penciptaan manusia , maka ia merupakan pembawaan dasar yang hakiki pada jiwa manusia dank arena potensi merupakan potensi hakki manusia yang harus dikembangkan dengan menciptakan iklim yang kondisif. Dan disinilah pentingnya pendidikan bagi manusia untuk mengembangkan fitrah tersebut agar menjadi lebih baik.












BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN.
Secara etimologi fitrah berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti perangai, tabiat, kejadian asli. Sedangkan  makna fitrah secara terminologi yaitu sifat dasar/ karakter manusia yang telah ditanamkan dalam diri manusia sejak berada dalam kandungan oleh Allah untuk menghadapi kehidupan dan sebagai sarana untuk mengenal_Nya.
            Adapun diantara sekian banyak firah (potensi) yang dimiliki oleh manusia antara lain fitrah akal (intelegensi), fitrah social, fitrah beragama, fitrah seksual, fitrah memenuhi kebutuhan ekonomi, fitrah keadilan dan fitrah keadilan.
Hubunga antara fitrah (potensi) sangatlah erat. Dimana fitrah itu merupakan pola dasar penciptaan manusia , maka ia merupakan pembawaan dasar yang hakiki pada jiwa manusia dank arena potensi merupakan potensi hakki manusia yang harus dikembangkan dengan menciptakan iklim yang kondisif. Dan disinilah pentingnya pendidikan bagi manusia untuk mengembangkan fitrah tersebut agar menjadi lebih baik.















Daftar kepustakaan

0 komentar:

Poskan Komentar